Perencanaan Proyek Revitalisasi SDN Jatirejo 1, Dikabarkan Rekomendasi Dispendik

Mojokerto, netdetik.com – Pengerjaan Proyek Revitalisasi SDN Jatirejo 1, Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, menjadi sorotan masyarakat.

Pasalnya, revitalisasi yang
dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah bersama komite dan warga tersebut, diduga konsultan perencanaannya ada rekomendasi dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto.

Informasi yang masuk ke redaksi, beberapa sekolah yang mendapatkan proyek revitalisasi dihubungi oleh pihak dinas, untuk menggunakan Jasa Konsultan perencanaan yang sudah mendapatkan rekomendasi dari Dispendik.

Penerima proyek revitalisasi sekolah yang wanti-wanti namanya tidak mau di sebutkan mengatakan, memang benar itu proyek swakelola, tetapi pihak dinas seakan-akan ikut campur dalam menentukan perencanaan, pengawasan dan pelaksanaan revitalisasi.

“Kalau tidak, akan dipersulit untuk administrasi dan pencairan dana revitalisasi sekolah,” tandasnya.

Menanggapi informasi tersebut, Amsar Azhari Siregar, Kepala Dinas melalui Indi Ilmiah, Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pendidikan Kabupaten Mojokerto, membantah keras informasi tersebut.

Menurutnya, Dinas pendidikan tidak pernah intervensi terkait, Perencanaan, Pengawasan dan Pelaksanaan revitalisasi pada SDN Jatirejo 1.

“Dalam penunjukan perencanaan, pengawas dan pelaksanaan revitalisasi sekolah itu murni keputusan Kepala Sekolah,” bantahnya, saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp (WA) bernomor 081xxx823xxx, Jum’at (14/8/2026).

Sementara itu Suadi, Komite Sekolah SDN Jatirejo 1 mengaku sebagai pengawas dan pelaksana kegiatan revitalisasi sekolah.

“Ini proyek swakelola, jadi harus dikerjakan dengan baik, saya sebagai komite sekolah sangat berhati-hati dalam bekerja,” ungkapnya, saat ditemui awak media di depan kantor SDN Jatirejo 1, Sabtu (15/8/2026).

Disinggung terkait siapa nama Konsultan Perencanaannya revitalisasi sekolah dan apakah orang dinas.

Ia mengatakan orang Puri, namanya Pak Johan.

Siapakah Pak Johan, Benarkah orang dinas yang mendapat rekomendasi atau yang lain. Ikuti berita selanjutnya.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media belum mendapatkan klarifikasi dari Kepala Sekolah SDN Jatirejo 1.

Dua kali, awak media ke sekolah mau konfirmasi tetapi tidak ketemu. Menurut salah satu guru, yang bersangkutan ada keperluan di luar dan yang ke dua belum datang.

Media online netdetik.com berpegang pada prinsip *Cover Both Side*, menjujung tinggi asas praduga tak bersalah, serta membuka ruang Hak Jawab dan Hak Koreksi kepada Bapak /Ibu Kepala Sekolah SDN Jatirejo 1 dan Dispendik Kabupaten Mojokerto maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan atas informasi yang berkembang. (ar/FN)